Indahnya emas, siapapun pasti tau akan keindahannya
Bernilainya emas, siapapun pasti mengerti akan nilainya
Emas ini bukanlah perhiasan yang selalu menggantung dileher atau melingkar dijari ataupun di lengan, namun emas ini hanyalah "keringat" yang mungkin sebagian besar orang menilai keringat adalah suatu zat yang bau dan kotor.
Keringat..., siapa yang 'tak paham dengan keringat. Semua orang berkeringat bahkan hewanpun berkeringat. Keringat adalah cairan tubuh yang keluar melalui pori-pori yang ada dikulit anggota tubuh. Namun bila kita melihat lebih dalam mengenai sebab mulanya keringat itu muncul, pasti kita akan menjawab dengan sigap, yakkk karena aktifitas yang dilakukan oleh makhluk tersebut. Siapapun akan berkeringat bila makhluk itu beraktifitas yang menggunakan energi yang cukup besar sehingga kalori didalam tubuh ikut terbakar hingga muncullah keringat tersebut.
Namun..., bila yang berkeringat adalah seorang ibu ??, maka beda makna dan penafsiran yang timbul. Bila seorang ibu berkeringat, maka dia tengah bertarung melawan maut untuk melahirkan kita sebagai anaknya. Keringat itu adalah "keringat emas" yang biasa kita acuhkan, lecehkan bahkan lupakan.
Kita pasti tidak tahu, tidak ingat, bahkan tidak mengerti keringat ibu yang pada saat itu berjuang melahirkan kita. Ibu berusaha sekuat tenaga disertai rasa sakit yang teramat sangat dan dilengkapi dengan pendarahan yang hebat serta tidak menghiraukan keadaan dirinya sendiri. Yang ibu tau dan ibu pikirkan adalah bagaimana kita dapat lahir kedunia ini denga selamat, sehat dan tanpa cacat. Namun cobalah kita lihat keadaan kita saat ini, apakah "keringat" itu sudah terlunasi???, apakah sikap kita terhadap ibu sudah baik??, mari kita berkaca pada keadaan.
Bercerminlah pada diri kita sendiri, adalah sangat baik orang yang mengkoreksi diri sendiri daripada mengoreksi orang lain. Mari kita melihat lebih jauh tentang sifat dan sikap kita terhadap ibu kita tempo dulu, saat ini dan masa yang akan datang. Akankah kita mampu puaskan sang ibu dengan sikap kita ?, apakah sang Ibu bahagia memiliki anak seperti kita??
Tentu sang ibu selalu merasa bangga memliki anak seperti kita, sebangga dia melahirkan kita yang penuh perjuangan. Tak kan mampu kita ukur seberapa besarnya pengorbanan sang ibu untuk kita sebagai anaknya. Karena kalau kita mengukur seberapa besar pengorbanan sang ibu, itu merupakan hal yang sia-sia belaka. Banyak manusia sekarang berkelakar bahwa dia mampu untuk bahagiakan orang tuanya (ibu) denga gelimang harta dan kehidupan yang nyaman, namun itu semua adalah fana karena hal tersebut tidak sebanding dengan apa yang sudah ibu lakukan terhadap kita hingga kita menjadi seperti sekarang ini.
Ibu..., maafkanlah anak mu yang hina ini tanpa mengurangi rasa hormat ku kepada mu ibu...
Maju dulu baru komentar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

keren bro,,,,,^^
BalasHapuspokonya ciiiip....